Kutipan-kutipan bijak!

Kutipan-kutipan bijak


1) “Kamu harus belajar setiap hari, tahun demi tahun, untuk memperluas wawasanmu. Semakin banyak hal yang kamu cintai, semakin banyak hal yang menarik minatmu, semakin banyak hal yang kamu nikmati, semakin banyak hal yang membuatmu marah, semakin banyak pula yang tersisa saat sesuatu terjadi.”

-Ethel Barrymore


Belajar saja tidak cukup, karena kita harus menerapkannya dalam kehidupan kita. Belajar satu hal atau banyak hal membutuhkan waktu lama, baik bagi orang jenius maupun bukan. Jika kita terus mengasah keterampilan serta mengembangkan pengetahuan dan kebijaksanaan, hasilnya akan datang dengan sendirinya. Waktunya memang berbeda-beda bagi kita masing-masing, tetapi kita semua melewati fase yang sama saat belajar sesuatu. Orang tua mengajarkan anak-anak mereka bahwa belajar adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain. Tidak ada yang bisa merampasnya, artinya hal itu sepenuhnya menjadi milik kita saat kita mengembangkannya seiring berjalannya waktu. Mempelajari terlalu banyak hal akan membuat kita tidak menjadi ahli di satu bidang, sementara mempelajari sejumlah hal tertentu dapat berguna dalam kehidupan masa depan kita ketika sesuatu terjadi. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, jadi yang terbaik adalah belajar sebanyak yang seharusnya kita pelajari.


2) “Seorang pria harus cukup berani untuk mengakui kesalahannya, cukup cerdas untuk mengambil pelajaran darinya, dan cukup kuat untuk memperbaikinya.”

-John C. Maxwell


Ketika seorang pria cukup berani untuk mengakui kesalahannya, itu berarti ia mencintai dirinya sendiri dengan cara yang benar. Setiap orang membuat kesalahan dalam hidup, dan yang terbaik adalah belajar darinya daripada mengeluh dan terus memikirkannya. Belajar dari kesalahan sendiri berarti cukup cerdas untuk mengambil manfaat darinya. Memperbaiki kesalahan bukanlah hal yang mudah, karena tidak ada yang mudah dalam hidup. Apa pun yang mudah dilakukan dalam hidup, tidak memiliki nilai atau makna yang mendalam. Oleh karena itu, seorang pria harus cukup kuat untuk mengatasi kesulitan ini dan meraih kesuksesan dalam memperbaiki kesalahannya.


3) “Yang penting bukanlah siapa yang benar, melainkan apa yang benar.”

-Thomas Huxley


Mempercayai bahwa seseorang benar hanya karena dia adalah orang tersebut, padahal kita tahu bahwa hal itu sebenarnya tidak benar, berarti tidak menghormati diri sendiri. Untuk menghormati diri sendiri karena cinta pada diri sendiri, apa yang benar haruslah benar karena memang benar, dan bukan karena seseorang yang kita sukai atau cintai meyakini hal itu. Ketika orang tersebut mengetahui bahwa kita hanya meyakini hal itu benar semata-mata karena orang lain meyakininya, padahal sebenarnya tidak benar, orang tersebut akan kehilangan rasa hormat terhadap kita. Hal itu menunjukkan karakter yang sangat buruk.


4) “Dengan kesombongan, datanglah banyak kutukan. Dengan kerendahan hati, datanglah banyak berkat.”

-Ezra Taft Benson


Dalam dunia perang psikologis, persaingan adalah hal yang pasti terjadi, dan kita harus mengedepankan kesombongan kita karena cinta diri agar dapat meraih kesuksesan di dalamnya. Dengan persaingan yang begitu ketat
karena kesombongan, banyak kutukan pasti akan terlontar dari mulut kita. Untuk menjadi yang terbaik dalam perang ini, seseorang harus mampu membantu orang lain karena semakin besar kekuasaan, semakin besar pula tanggung jawabnya. Ketika kita merasakan kerendahan hati, kita dapat merasakan dan memahami bagaimana perasaan orang lain saat dipermalukan. Oleh karena itu, membantu seseorang karena memahami apa yang mereka rasakan di dalam hati akan mendatangkan banyak berkat. Berkat tersebut berupa orang-orang yang ingin menjalin ikatan dengan kita karena kita telah membantu mereka dengan kepedulian dan cinta yang tulus.


5) “Keputusan yang terburu-buru adalah keputusan yang tidak aman.”

-Sophocles


Kita hanya bisa fokus pada satu hal dalam satu waktu, dan mengambil keputusan terburu-buru mempersempit pemikiran kita, sehingga timbul penyesalan. Karena segala sesuatu saling terjalin dalam hubungan antarmanusia dan kita semua berada dalam jaring laba-laba yang sama, mengambil keputusan terburu-buru membuat kita gagal melihat dampak negatifnya. Hubungan adalah cara hidup dalam arti bahwa segala sesuatu terjadi dalam konsep yang sama, baik itu hubungan dengan orang lain maupun peristiwa-peristiwa dalam hidup.